Jumat, 07 Desember 2012

Sudah Pagi?

Ketika embun menetes dan jatuh tepat di permukaan kelopak mata, Penggembara mengernyitkan dahi. Bola matanya langsung menatap ke atas, bukan untuk mencari pelaku yang meneteskan embun, melainkan menyambut sinar matahari yang malu-malu mencolek retinanya dari balik awan kelam.
Ah, sudah pagi.
Lantas Penggembara tak lagi menatap sinar matahari. Dia menerawang jauh menerobos. gerombolan awan yang mulai memutih karena kepercayaan diri matahari untuk tampil.
Hatinya bingung. Otaknya yang tadinya berpikir logis, juga bingung.
Kepada yang diterawang, dia berkata dalam sunyi, apa yang terjadi denganku? Jarang sekali aku hanya berdiam dan lebih dari dua jam bersandar di makhluk yang entah sudah sampai berapa dia menghitung helaan nafasku. Aku tahu Engkau tahu di mana diriku. Kembalikan diriku karena aku ingin menggembara tanpa beban...
Matanya terpejam.
Apa sebenarnya aku telah memenjarakan diriku?

Lagi-lagi, pohon menambah jumlah helaan nafas dari orang yang bersandar padanya....


Selamat pagi!
- Maria Paschalia Judith Justiari -

Coba Diingat

Setelah menelusuri blog gue, ternyata gue pernah nulis cerpen benar-benar singkat dan sad ending loh..
Di link ini niih

Masalahnya gue gasuka sad ending...
Dan sekarang....
Sekarang....
Sekarang gue kangen berbahasa dan menulis... Hiks..
Gue kangen belajar bahasa Inggris dan Jerman
Ich vermisse Deutsch und Englisch so viel.. :'(
Tampaknya jaman SMA dulu gue produktif banget dalam tulis-menulis, entah bagus atau kagak..
Gue juga sering nulis filosofi....
Sekarang belum nulis filosofi lagi... hiks

Oh ya, tadi gue bilang kalo gue gasuka sad ending...
Mari kita lanjutkan Trilogi Danau Toba Season 2

Ujung Lidah

Memang Toto tak mendapatkan Avi karena capnya. Tapi mata Toto tetap segar.
Semua karena Mia.
Lama Toto menghapus perasaannya pada Avi.
Ternyata penghapus itu ada pada Mia.


- Maria Paschalia Judith Justiari-

Helaan Nafas

Haaaaahh....
Penggembara menghela nafas untuk ke sekian kalinya.
Mungkin pohon sampai bosan menghitung helaan nafas orang yang bersandar padanya. Prediksi si pohon, orang yang bersandar padanya sedang kalut.
Penggembara kalut?
Ah, tidak juga. Penggembara bukan cuma kalut. Dia kehilangan dirinya. Kehilangan apa yang dia lihat, dengar, dan rasa. Padahal ucapan apapun dari mulutnya bukan berarti hilang.
Seperti yang dibilang, Penggembara tak hanya kalut.
Dia distorsi.
Untungnya bukan distorsi teman dari torsi di dunia benda tegar. Kalau sampai iya, Penggembara akan mengenal penyakit bernama stroke di dunia yang dia tinggali untuk pertama kali.
Oh ya, distorsi apa yang dialami Penggembara?
Distorsi karena tidak bisa mencurahkan distorsinya.
Benaknya bertanya, "Kepada siapa aku berucap jika tak ada yang ingin mendengar ucapanku? Mereka lebih peduli ucapan bibirnya masing-masing."

Pohon menambah jumlah helaan nafas orang yang bersandar padanya....

Jumat, 30 November 2012

Pascal Adalah Nama Tengahku... Tapi..........

Gue agak miris kalo ngeliat KTP gue, bukan agak lagi, tepatnya sangat.
Ngerjain fluida aja cengo.
Gue semacam tidak mengerti lagi dengan alur kehidupan fisika gue..
Ga ngerti banget banget banget banget

Gue udah belajar 2 minggu full (kecuali Jumat - Sabtu - Minggu).
Ternyata tadi pas ngeliat soalnya cuma bisa berdoa berserah...
Hiks
Anyway, gue beneran mewek abis ngerjain fisika loh....

Kata bokap, itu karena gue takut sama fisika........
Iya ga sih?
Tapi gue rileks-rileks aja ngadepinnya

Jadi, apa yang salah di antara aku dan fisika.........? :/
Padahal pas SMP gue masih bisa nyentuh angka 100 untuk fisika (apalagi bab tekanan)
Padahal pas SMA gue sempet menjadi 1 dari 3 orang yang ga ikut remed massal fisika di satu kelas
Padahal Pascal adalah nama tengahku

Mungkin  maksud siapapun-yang-ngasih-nama-pascal melekatkan nama "Pascal" di  tengah nama gue adalah   ketika gue cengo ngeliat fluida dan kertasnya kosong melompong, Pascal datang dan mengerjakannya tengah malam di kala ruang penyimpan jawaban UTS gue sudah gelap dan sepi.
Mungkin....
(ya kali dith)

Intinya, ibarat dalam hubungan cinta-cintaan penuh panah asmara, gue tidak akan menyerah menjalin hubungan lebih mesra sama mata kuliah fisika. Gue akan membuktikan seberapa cinta dan butuhnya fisika untuk kehidupan gue
(ini serius walaupun lebay)

Judith dan Fisika :3
(pas kelas 11 dan ditanyain Mila, gue dibayar berapa buat foto ama nih buku)
(tapi gue tulus kok, ga dibayar :3)

Dan demi Teknik Geologi ITB, aku akan tetap berjuang. Berjuang bersama Allah Tritunggal Mahakudus dengan segenap kekuatanku.

Tapi untuk UTS II ini, gue hanya mengandalkan mukzizat Tuhan supaya tuntas huehehehehe :p
(Ampuni anak-Mu ini ya Tuhan...)

Pesan moral:
Jangan menyerah dengan fisika layaknya kamu ga nyerah buat ngedapetin hati si doi :p

Tuhan memberkati.

Salam dari orang yang bernama tengah Pascal,
Maria Paschalia Judith Justiari

Sabtu, 17 November 2012

Maaf dan Selamat Ulang Tahun, Sahabat..

Kepada pohon rindangku, sahabat terbaikku,
Michelle Andisari Rejeki Ginting

9 November 2012

Seharusnya pada rangkaian itu aku mengucapkan kalimat berintikan "Selamat ulang tahun sahabat terbaikku."
Sayang, bukan kalimat itu yang terucap
Bahkan sama sekali tak tertuliskan
Atau terketikkan hingga terpampang dan kau membacanya

Padahal ada teknologi bernama internet yang karenanya aku tak perlu bertengkar dengan jarak
Sayang, bukan karena aku tidak mampu menggunakannya
Bahkan aku punya akses kepadanya
Atau hanya membuka ponsel dan bertemu dengan pelbagai kemudahan yang ditawarkannya

Aku enggan berkata bahwa aku sibuk
Kenapa?
Karena sibuk adalah alasan terburuk yang pernah ada

Aku benci berkata tak ada waktu
Kenapa?
Karena semua makhluk di bumi ini memiliki jumlah waktu yang sama untuk sehari

Aku memang lupa...
Padahal di tulisan sebelumnya aku berkata "Dilupakan itu sakit"
Cih, ternyata aku semenjijikan itu.. Tidak ingin dilupakan, tapi dengan nistanya melupakan hari ulang tahun sahabat terbaikku

Tanggal 9 November kali ini memang berbeda, sahabat...
Aku tak bisa datang membawa kue dengan lilin menyala di atasnya ke hadapanmu
Jangan menelepon, mengirimimu sms pun aku tak bisa
Kamu di Jerman, aku di Bandung
Tapi memang seharusnya aku tak selancang ini, sama sekali tidak mengucapkannya..

Aku bodoh dan begitu salah kepadamu, sahabat..
Maafkan aku sahabat, maafkan kebodohanku ini..

9 November 2012
Selamat 19 tahun, sahabat terbaikku, Michelle Andisari Rejeki Ginting
Angka 19 harus menunjukkan kedewasaanmu, sahabat..
Semoga dengan angka 19 ini kamu dapat meraih semua cita-citamu yang kau inginkan
Aku tahu begitu besar impianmu dan tapakan kaki pertamamu di Jerman merupakan pertanda kau semakin dekat dengan impianmu
Kamu hanya perlu semangat dan niat yang tak terkalahkan yang hanya ada pada Allah Tritunggal Mahakudus..
Mintalah pada-Nya maka akan diberikan padamu
Itu kata-kata-Nya dalam alkitab.. Kamu harus yakin itu!

Aku berdoa semoga kau semakin dekat dengan keluargamu
Aku tahu kamu adalah "gadis keluarga", jauh dari keluargamu bukan berarti kau rapuh..
Kamu selalu dekat dengan mereka dan dukungan mereka selalu melekat pada hidupmu, sejauh apapun kamu dari rumah
Sahabatku, kamu kuat dan tegar!

Aku berdoa kau memiliki teman-teman sejati yang begitu hangat di sana..
Kau akan memiliki tempat berbagi cerita dan kesenduanmu berubah menjadi tawa riang

Aku berdoa agar kau memiliki iman yang semakin teguh dan dewasa dalam Allah Tritunggal Mahakudus
Tancapkan dalam imanmu, rencana Tuhan indah pada waktunya..
Tanamkan Yeremia 29: 11, sahabat..
Dan dengan menyuburkan ayat itu dalam dirimu, aku berdoa semoga kau semakin dikuatkan

Aku berdoa agar persahabatan kita semakin kuat dan tak terpisahkan
Aku tak ingin kehilangan orang yang peduli kepadaku dalam tiap keadaan
Aku tak ingin kehilangan orang yang saat aku bercerita, kau benar-benar merasakan diriku dan apa yang kualami, bukan membandingkan masalah yang dimiliki
Aku tak ingin kehilangan orang yang selalu menganggapku ada di bumi ini
Aku tak ingin kehilangan orang yang memotivasiku ketika aku jatuh
Aku tak ingin kehilangan orang yang menghargai aku sebagai sahabat
Aku tak ingin kehilangan orang yang menemaniku bersenang-senang
Aku tak ingin kehilangan orang yang mau melakukan hal-hal kurang kerjaan bersamaku
Aku tak ingin kehilangan pohon rindangku, ya, sahabatku...






Sekali lagi, maaf dan selamat ulang tahun, sahabat terbaikku, Michelle Andisari Rejeki Ginting..
Tuhan memberkati.

Salam hangat,
sahabatmu yang pelupa,
Maria Paschalia Judith Justiari

Sabtu, 13 Oktober 2012

Intinya, Dilupain itu Sakit :')))))

Lo pergi demi impian lo, meninggalkan teman-teman terdekat lo yang udah deket selama minimal 3 tahun.
Terus saat lo baru saja hendak menyapa teman-teman terdekat lo, mereka lupa kalau dulu lo ada di dalam sepersekian hidupnya...
Mereka lupa seolah lo cuma pajangan di hidup mereka
Mereka lupa seolah lo cuma angin lalu di hidup mereka
Mereka lupa seolah lo diingat cuma nama, bukan kenangan yang ada bersama lo
Mereka lupa seolah lo cuma jb-jb gajelas di hidup mereka, tanpa memberi arti sedikit pun
Padahal lo ga ada salah sama mereka.
Sakit ga sih?

Jumat, 17 Agustus 2012

Bukber Exhsclafe10 yang Penuh Kekeluargaan di Rumah Saras

Ini diaaa, kisah inspiratif penuh kekeluargaan di SMAN 39 yang harusnya masuk Reality Show apa gitu kek biar terekspos, kan kisah kita memang lebih baik daripada kisah Anang-Ashanti.
Mau tahu kisahnya?
Ini diaaaa
*jeng jeng jeng jeeeng*

Pada bulan 2010, ketika anggota Exhsclafe10 terpisah di kandang kelas 11nya, Exhsclafe10 pun masih terikat satu sama lain. Buktinya pas sanlat 2010. Saat Cikiciuw (11 IPA 1), Sinclost (11 IPA 2), Sigma (11 IPA 3), Professor (11 IPA 4), Bily Scive (11 IPA 5), Matador (11 IPA 6), Clevencine (11 IPS 1), Rethoulves (11 IPS 2), Seismic (11 IPS 3), dan El-South (11 IPS 4) selesai berfoto, seorang demi seorang dari Exhsclafe berkumpul di lapangan dan berfoto. Ah, seperti kembali ke setahun yang lalu saat kami benar-benar berada dalam satu ruangan.
Inilah dia wajah-wajah bahagia kami :D







Karena belum puas untuk melepas tawa, cerita, dan kerinduan di antara kami (berat dith bahasanya -,-), kami memutuskan mengambil momen Ramadhan 2010 untuk bukber Exhsclafe10 di rumah Saras.

Tanggal 27 Agustus 2010 (ini ingetnya karna blognya ika), akhirnya datang juga hari di mana Exhsclafe bukber.
Gue berangkat bareng Gita dan Cecil langsung dari rumah gue. Tebak kita naik apa??
Kita bertiga ke rumah Saras naik taksi loh saudara. B)
Tajir banget kan, padahal jarak antara rumah gue dan Saras itu kayak dari SMAN 39 Jakarta ke tempat bus Mayasari.
Beberapa cowok Exhsclafe jalan kaki dari suatu gang. Padahal lagi puasa. Salut lah gua hehehe
Ada yang dijemput di Pondok Laras dan Giant Cimanggis.
Terus Ghaisa atau akrab disapa Bege, awalnya ga dibolehin ikut dan kita sempet sedih. Ternyata dia bisa dateng di detik-detik terakhir Adzan Maghrib. :')
Vanya datengnya agak telat tapi kita maapin.
Macem-macem berangkatnya tapi tujuannya satu. Rumah Saras.

Oh ya, sambel mamanya Saras tuh pedesnya pake banget looh. Sesendok teh sambal mamanya Saras, akan membuat kita minum 3 gelas air mineral. Cuma Nimas yang kuat ama sambelnya mama Saras. Jelas karena dia Ratu Sambal. Kalau kau bukan dari kerajaan Sambal, kau mungkin tidak akan kuat menghadapi pedasnya. Tidak percaya? Buktikan sendiri!

Dan kita sempat mendiskusikan kado buat Bu Indah, main kartu, main kembang api, ngeliatin full-moon, bikin video yang nyanyi-nyanyi yel-yel Exhsclafe (ternyata masih pada inget loh :') ), sempet truth or truth juga tapi ga semua, terus saking gaada kerjaan kita main sepeda sambil kejar-kejaran sama Miki, adiknya Saras.


Saras, tuan rumah


Rully Ferdiansayah, tukang lawak
Dia pengen nyiptain Blackberry Italic buat nemenin Blackberry Bold


Salah satu pojok makanan


Salah satu pojok makanan


Ghaisa Marin, Fativa Indah, Anchika Ladeza, Ludwina, Ika


Salah satu pojok makanan


Salah satu pojok makanan
Oke. Andri stay cool. Banget


Dyah Try Handayani, Riska Frindona, gue, Mutiara Adinda, Tri Budi Utami


Lagi diskusi


Masih diskusi


Main kembang api
Rencananya mau nulis Exhsclafe.. Rencananya...


Sandy and The Full Moon


Main sepeda bareng Miki


Shalat o:)


Berfoto di kamar Saras dengan pose ala anak gaul


Ghaisa dan Ika


Andria dan Evita Nur Indahsari.
Mereka ga pacaran kok.
Tapi cocok banget ga sih, sama-sama putih, sama-sama cakep
*ditimpuk gian*


Joseph lagi bingung cara make pistolnya miki


Gian pun menyuruh Joseph searching di Google.
Mutiara kepo dan Gita asik membaca majalah.
Sedangkan Davin dan Fadhil merana meratapi nasib.


Sementara Gita masih sibuk baca majalah, Gian mengetahui cara memakai pistol Miki sebelum Joseph.
Gian pun membuat Joseph teler agar pistolnya tak direbut.
Kini, Gian siap menembak.
Ternyata bidikannya tepat sasaran looh


Nimas murung dan madesu karena gabisa main gitar


Rully pun dengan hati malaikatnya berbaik hati mengajari Nimas.


Akhirnya Nimas berhasil bermain gitar dengan senyuman (bukan pake tangan)


Masih kalem...


Mulai gabisa jaga gigi...


Inilah kami, Exhsclafe10!


Makasih banget buat Sandy Indriana dan Saraswati buat dokumentasinya :D

Mungkin kita sudah semakin terpisah ke segala penjuru, tapi rasa kekeluargaan itu yang akhirnya mempersatukan kita di satu titik. Kangen kalian, Exhsclafe10.. :')

*hint:
cerita lain tentang Exhsclafe: klik di sini 
foto-foto lain Bukber Exhsclafe: Albumnya Saras dan Albumnya Sandy

Tuhan memberkati.

Salam,
Maria Paschalia Judith Justiari.


Kamis, 16 Agustus 2012

Bukber Bily Scive yang Sensasional di Ramadhan 2010

Holaaa pembacaaa
Yang namanya janji harus ditepatin cuyy, dan yap skarang gua mau nepatin janji gue tentang salah satu posting yang ketunda.

Bukber (Buka Bersama) pasti akan selalu ada tiap tahunnya di SMAN 39 Jakarta. Bukber angkatan diadakan langsung oleh pihak SMAN 39. Sebelum bukber angkatan, diadakan pesantren kilat. Kalo gue sih ada ibadah di aula bawah.
Bukber angkatan ini bener-bener acara perdananya Bily Scive (Big Family of Science Five, kelas 11 gue) buat jadi akrab. Biarpun masih kaku dan pas makan kalem-kalem semua, kita tetep berusaha mengakrabkan diri di bulan yang penuh rahmat ini. Apalagi pas mau foto-foto, makan dipercepat, minuk diteguk habis, sampah langsung dibereskan, baris yang rapi, manggil seseorang dengan binalnya buat moto kita yang haus akan kamera, teriak-teriak tanpa inget sopan santun manggil wali kelas Bily Scive, Bundo Winda, dan akhirnya nampang di memory card salah satu kamera. Kalau ga salah kameranya Saras.
:D
Ini dia wajah-wajah bahagia Bily Scive pas bukber angkatan pas Ramadhan 2010.






Rasanya kurang afdol kalo Bily Scive ga ngadain bukber kelas sementara Cikiciuw (11 IPA 1), Sinclofst (11 IPA 2), Sigma (11 IPA 3), Professor (11 IPA 4), dan Matador (11 IPA 6) mengadakan bukber kelas. Rata-rata sih di rumah salah seorang anak kelasnya. Kecuali Professor yang ngadain bukber kelas di rumah wali kelasnya yakni Pak Joko.
Bily Scive juga gamau kalah dong cuy, kelas IPA lain aja bukber masa kita nongkrong doang megangin hp dan berbuka dengan timeline serunya bukber kelas lain. Ngga bisa ini cuy, ngga bisa.
Dengan rahmat Allah yang Mahakuasa dan izin Bundo Winda, kita diskusiin mau bukber di mana. Awalnya mau di rumah Dhila tapi ternyata saudaranya Dhila ada yg meninggal jadinya gajadi bukber di rumah Dhila. Terus kita diskusi lagi untuk kedua kalinya.
Ika ngusulin buat ngadain Bukber di Pondok Laras. Boleh nih idenya soalnya tempatnya wuenak tenaann. Tapi.......kita inget temen-temen yang di Cijantung banyak dan takut pulangnya kemaleman.
Oke. Ganti ke tempat lain.
Setelah diskusi panjang lebar tinggi yang dipimpin oleh Jalu dan Raka, sang ketua kelas dan wakil, tercetuslah ide brilliant dan unik.
Dengan bijaknya Raka bilang, "Kita di Graha Cijantung aja bukbernya. Hari ini juga."
.........
*mengheningkan cipta*
.........
Raka pun melanjutkan, "Hari ini aja biar ga pada ngacir. Lagian kalo di Graha kan yang jelas daerah dekat sekolah, aksesnya gampang. Kalau ada ortu yang ga ngizinin, bilang aja ada acara di deket sekolah, pasti diizinin. Dan itu ga boong kan?"
Gue akui betul juga alasannya karena Mall terdekat SMAN 39 itu Graha Cijantung.
.........

*masih hening*
Akhirnya pada bilang "Boleh juga tuuhh"
Dan masih ada pertanyaan lain, "Tapi di mananya Graha Cijantung?"

"Di Poci?" "TIDAAAAAAAKKK!!" (*maklum, akreditasi kurang)

"Solaria?" "MAHAAAAAAAALL!!" (*ini Odong yang teriak*)

"Pizza Hut?" "KAGAK KENYAAANG!" (*kita kan orang Indonesia, jadi perutnya perut nasi)

"Hokben? Yang paket hemat?" "SEMPIIIITTT!!"

"Mc.D??" "BOSAAANN!!" (*maklum, pulang sekolah siswa-siswi SMAN 39 ngabuburit di Mc.D mall terdekat dengan modal 5500 rupiah. Biasalah, anak SMA.*)

"KFC?" "................" (*pada mikir*)

...................
*mengheningkan cipta* *lama-lama tidur*
Akhirnya tanpa protes dan amarah, semua berkata, "Boleh juga tuuhhh"
Gue ditugaskan untuk menelepon mbak-mbak KFC mall terdekat.

Judith (J) & Mbak-mbak KFC mall terdekat (M)
J: "Selamat siang, Mbak. Saya Maria dari SMAN 39. Saya mau pesan tempat untuk buka bersama di sana, bisa ngga, Mbak?
M: "Bisa kok. Berapa orang?"
J: "40, Mbak."
M: "Oke. Tapi jam 4 sore harus udah ada yang jagain 40 bangku yaa soalnya di sini jam segitu pasti sibuk."
J: "...................."
M: "Mbak?"
J: "Okelah, Mbak. Terima kasih yaa"

Masalah selanjutnya, siapa yang nge-tag tempat di KFC dari jam 4 sore? Pasti pada males. Tapi sayang juga kalo batal lagi cuma gara-gara gaada yang jaga di KFC. Masa udah rapat lama-lama ujung-ujungnya batal? Disaster banget ga sih? *ini lebay*
Satu kelas pun hening lagi.
"Yaudah gue aja, gapapa kok."
Itu suara gue loh.

Sesuai dengan yang gue omongin, pulang sekolah gue langsung ngebut bersama omprengan yang penuh ke mall terdekat. Setelah bilang ke Mbak-mbak KFC kalau tadi udah ngomong, gue diizinkan masuk. Dengan bantuan beberapa mas-mas KFC yang tetap segar walopun sedang puasa, kursi dan meja untuk 40 orang pun disiapkan.

Pukul 16.30 = Judith masih duduk manis nungguin 40 kursi. Kesannya gue juru kunci yang jaga tuh 40 kursi di KFC mall terdekat.
Pukul 17.00 = Ada ibu-ibu yang narik salah satu kursi dari 40 kursi dan gue tegur secara kalem kalo itu udah dipesen.
Pukul 17.15 = Mulai blingsatan SMS sana-sini nanyain pada di mana, kenapa belom dateng, kan malu cuy udah jagain 40 kursi tapi acaranya batal. Bisa dicoret nama gue di KFC mall terdekat *lebay dith, lebay*
Pukul 17.30 = Akhirnya pada datang :') Dhila agak telat karena ngambil kamera yang ketinggalan di rumah.
Pukul 18.00 = Buka bersama (Bukber) Bily Scive!

Ini wajah-wajah penghuni 40 kursi di KFC mall terdekat


Bily Scive bikin Live Music dadakan di KFC mall terdekat, jadi berasa cafe nan elit :')


Nicolas Jalu Pangesty yg main gitar, yg gendut Indi Galih



Annisah Firda, perempuan yang lagi ngudek-ngudek es nya



Bily Scive sempet buka lapak UNO di KFC mall terdekat looh :')
Cewek cantik berbaju pink itu namanya Riska Frindona


Padahal lagi SMSan, tapi Bang Gohan Parningotan masih sempet aja nengok kamera :p


Tenang dia bukan preman pasar yang sering malak,
dia gitaris kidal yg handal bernama Giovanno Dirk


Cowok yang murung di ujung namanya Andika Wahyutomo Putro, nama bekennya Odong
Yang di tengah itu cewek kece bandung, namanya Amalia Dwiandani


Iye, gue tau mereka berdua cantik tapi mereka udah ada yg punya :p


Muti, Maidina, dan Andria Puja Pratama
Andri emang single, tapi yg ngetag banyak bro!


Firda dan Ika. Si Gio nyelip di tengah


Tenaaang, mereka cantik dan single kok


Mereka cantik, single, dan mojang bandung cuy!


*hint: itu namanya bisa diklik kok*

Masih ada lagi keunikan kita bro!
Habis merasa gatau diri karena ngabisin waktu di KFC mall terdekat dengan suara-suara menawan nan berisik, kita foto-foto di Taman Cijantung, taman yang tepat berada di depan mall terdekat.

Ada kok fotonya tapi masih di memory card kameranya Dhila..

Wah, bukber Bily Scive di Ramadhan 2010 ini harus (harus banget!) dapet award "BUKBER PALING UNIK DAN SENSASIONAL SE-CIJANTUNG"
:D
Kita harus semangat sampai bukber kita di Ramadhan tahun-tahun selanjutnya mendapat award tersebut!

Anyway, makasih buat foto-fotonya yang diambil langsung dari Fb Maidina dan Saraswati Qonitah T.
:D

Tuhan memberkati.

Salam,
Maria Paschalia Judith Justiari.