Sabtu, 29 Mei 2010

A Simply Short Quote

Pertanyaan adalah awal dari ilmu pengetahuan yang akan kau genggam.
Seberapa besar rasa ingin tahumu yang tersirat dalam pertanyaanmu sama dengan seberapa besar ilmu pengetahuan yang akan kau simpan

:)

4 Lirik Lagu untuk 4 Orang yang Berharga

Sekedar lirik lagu untuk kalian.. Namun itulah yang ingin aku gambarkan dan aku torehkan


1. Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus
You are my strength when I am weak
You are the treasure that I seek
You are my all in all
Seeking You as a precious jewel
Lord, You build up when I be a fool
You are my all in all
Jesus, Lamb of God, worthy is Your Name
Jesus, Lamb of God, worthy is Your Name
Taking my sin, my cross, my shamed
Rising again, I blessed Your Name
You are my all in all
When I fall down You pick me up
When I am dried You fill my cup
You are my all ini all

2. Keluarga
 Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Karena hati telah letih
Aku ingin menjadi sesuatu yang selalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu merantai hati
Bayangmu seakan-akan
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Kau seperti udara yang kuhela kau selalu ada
Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi



3. Sahabat-sahabat tercinta
- Michelle Andisari Rejeki Ginting
- Mathilda Oliander Nogomukang Wutun
- Vanya Margareta
- Zefaras Cintavia Dilli Meilana
- Joseph Christoffel
- Mutiara Adinda
- Lidya Pratiwi Ulibasa
- Gita Sulistianingrum
- Cecilia Ratna Puspita Sari
 Tak mudah untuk kita hadapi
Perbedaan yang berarti
Tak mudah untuk kita lewati
Rintangan silih berganti
Kau masih berdiri
Kita masih di sini
Tunjukkan pada dunia
Arti sahabat
Kau teman sejati
Kita teman sejati
Hadapilan dunia
Genggam tanganku
Tak mudah untuk kita sadari
Saling mendengarkan hati
Tak mudah untuk kita pahami
Berbagi rasa di hati
Kau adalah..
Tempatku membagi kisahku
Kau sempurna
Jadi bagian hidupku
Apapun kekuranganmu



4. Keluarga di Luar Keluarga
- Remaja Katholik Lingkungan Bunda Kristus Bunda Gereja
- Rohkris 39
- Exhsclafe '10 
- Mudika wilayah 10 Bintang Timur
- Mudika Stasi Bunda Maria Ratu

Jika Kau dan Aku
Jalannya telah berbeda
Haruskah kita Berharap
Langitkan beri jawaban
Walau hanya satu kata
Penuh makna
Pastikan Kita bisa
Dengarkan suara hati
Kau dan aku selalu
Untuk selamanya
Kau dan aku selalu
Untuk bersama
Cinta kita kita sama
Walau rintangan melintas
Satukan harapan demi kau dan aku
Di masa depan

I love you all :)

GBU always..

Salam hangat, Maria Paschalia Judith 

 

Kaleidoskop (belagak hahahaha)

Aku menulis ini di menit-menit terakhir umur 15 tahunku.
Tak terasa, aku telah melewati 1 tahun di umurku yang ke 15.

Mungkin kau pernah mendengar lagu Fifteen dari Taylor Swift. Rasanya, terlalu banyak peristiwa di umur 15 ini yang sama dengan lagu itu. Peristiwa yang hanya mampu dikenang dan diceritakan tanpa dapat diubah lagi.

Menit-menit terakhir mengajakku mengenang umur 15 tahunku.
Dimulai dari tanggal 17 Mei 2009.
Aku mengucapkan hai pada 15 dan untuk pertama kalinya aku bertemu dengannya. Pada saat itu, jujur dengan ringan aku mengucapkan selamat tinggal pada 14. Aku dikuasai rasa penasaran pada 15 karena lagu Fifteen. Dan aku memulai 15ku.


23 Juni 2009.
Kata LULUS menyelamatiku. Kutinggalkan SMP Bunda Hati Kudus - Kota Wisata, yang telah memberiku ilmu dari segi pengetahuan maupun tentang kehidupan. Angka 37,50 tertera sebagai nemku. Aku yakin, nemku ini akan membawaku ke SMA Negeri yang kumimpikan.
 
8 Juli 2009.
Putus. Setelah 7 bulan kurang 2 hari aku dengannya berlabel pacaran, kami pun mengakhiri hubungan kami. Yah, memang sudah tak dapat dilanjutkan lagi.

13 Juli 2009.
Aku duduk di bangku X-H SMAN 39 sekaligus pertama kali aku berkenalan dengan teman-teman X-H. Aku adalah siswi satu-satunya yang bercap jebolan BHK di SMAN 39 untuk angkatanku. Dan hari-hariku bersama X-H dimulai dari sini.
 

1 Agustus 2009.
Untuk pertama kalinya aku mengenal lebih dalam tentang Mudika (Muda-mudi Katolik) wilayah 10. Hari itu adalah Pentas Seni yang dirancang untuk mengakrabkan Mudika 10. Aku di sana tak hanya sebagai anggota Rekat (Remaja Katolik) namun juga sebagai anggota Mudika 10. Di sana juga aku pertama kali mengenal Ghea, Dela, Georgi, Mike, Cisca, Livia.

28 Oktober 2009.
Hari Sumpah Pemuda. Mudika Paroki Santo Thomas mengambil momen ini untuk peresmian dan pengesahan pengurus Mudika. Di hari itu, aku resmi sebagai Seksi Bidang Kesenian dan Bakat.
 
27 November 2009 - 28 November 2009.
Outbond Mudika Stasi Bunda Maria Ratu. Jujur saja, aku hanya terpaksa mengikuti outbond ini. Namun setelah kulakoni, suasana kekeluargaan dan keakraban menyelimutiku. Aku merasa dekat dengan Mudika Stasi BMR.
 
20 Desember 2009 - 24 Desember 2009.
Mudika 10 yang dibantu oleh Mudika Stasi BMR mendekor gedung stasi kita yang sederhana. Ingatkah kalian, kita pulang jam 2 pagi bahkan ada yang jam 5 pagi demi mendekor stasi kita tercinta. Kita pun rela datang subuh-subuh pada tanggal 24 Desember demi menyelesaikan dekorasi kita karena kita tahu malamnya akan dipakai. Keringat dan perjuangan kita ada di stasi, kawan.. Oleh sebab itu, kita tak kuasa membereskan dekorasi kita.
 
24 Desember 2009
Malam Natal bersama Mudika Stasi. Kita berfoto ria dengan hasil jerih payah kita mendekor stasi. Padahal kami berharap nama kami disebut dalam kata sambutan, namun sayangnya, ketua panitia (baca: bapakku) tidak menyebutkannya secara khusus.



14 Februari 2010.
Valentine. Aku tahu aku tak memiliki sosok cowok untuk merayakan hari kasih sayang ini. Tapi Valentine kali ini sangat indah bagiku. Aku mengisi tugas koor di stasi bersama Rekat. Puji Tuhan, koor Rekat menuai banyak pujian. Valentine yang sangat berharga untukku dan untuk Rekat.
(cerita selengkapnya: http://rekatbkbg.blogspot.com/2010/02/koor-vals-day-rekat-rekat-menginspirasi.html


21 Februari 2010.
Rekat dan Mudika Bunda Pencipta mengadakan baksos ke Panti Asuhan. Aku pribadi terkesan pada anak kecil yang bernama Francis. Aku dan teman-teman yang lain bermain bersama, makan siang bersama, dan bersuka cita bersama mereka yang haus akan kasih sayang.
 
   
 7 Maret 2010.
Mudika Stasi BMR mengadakan lomba memancing di stasi kami. Tujuannya adalah untuk mengenalkan stasi pada umat paroki dengan tema Kebersamaan dalam Membangun Gereja. Segala persiapan dilakukan tanpa mempedulikan kesehatan masing-masing. Karena yang terpenting adalah terlaksananya acara kita ini.
 
 
3 April 2010.
Malam Paskah. Lagi-lagi, aku merayakan malam Paskah yang meriah ini bersama Ghea, Dela, Georgi, Ghio, Dandy, Sita, Joe. Kami menjajah Pizza Hut Jambore dan McD sekaligus merayakan ulang tahun Sita. Foto-foto? Jelas tentu saja! Hehehe
 
23 April 2010 - 25 April 2010
Kali ini waktuku bersama Rohkris SMAN 39 angkatan 2007 sampai 2009 di Mount Hermon, Puncak. Lagi-lagi keakraban bersama mereka membuatku ingin tetap bersama mereka. Mereka sudah kuanggap keluargaku. Kompak, seru, solid!
 
 
17 Mei 2010.
Selamat tinggal 15, selamat datang 16. Semoga cerita hidupku bersama 16 akan lebih baik dari 15. Amin.! Amin.! Amin.!


Gbu always..

Salam hangat,
Maria Paschalia Judith.

Rabu, 19 Mei 2010

Ketika Segala Usaha dan Pengorbanan Nampak Sia-Sia

Gw yang duduk di angkot setelah menerima kenyataan yang telah menjadi kebiasaan menulis cerita dengan penuh emosi pada Rabu, 19 Mei 2010 pukul 16.10

Yaahh, pada akhirnya semua perjuangan yang gw lakukan berujung pada suatu kesia-siaan dan hanya membuat sakit hati.
Lebih dari kata berkali-kali, gw sudah menerima semua perlakuan ini.

Dimulai dari hari Selasa, 18 Mei 2010. Gw dengan berat hati menerima kenyataan bahwa geografi remed. Seketika itu juga, gw mengetahui bahwa gw remed pada indikator VULKANISME.
Astaga! Berasa didorong dengan paksa, gw menatap kata VULKANISME itu.
Impian gw pun hancur tiba-tiba tanpa ada yang meminta izin. Segala mimpi yang gw susun sejak lama, segala cita-cita yang gw bangun, dan segala angan yang gw rancang rata dengan tanah, TAK BERSISA.
Masih segar dalam pikiran gw, guru geografi SMP gw mengenalkan kepada gw dunia vulkanisme. Gw benar-benar tertarik apalagi guru gw berkata, "Saya yakin di antara kalian ada yang akan menjadi ahli vulkanologi."
Sejak saat itu, gw pun mengarahkan cita-cita gw menjadi ahli vulkanologi atau sering disebut vulkanolog. Tiap ada yang bertanya, "Dith, lo mau jadi apa?" Gw dengan bangga menjawab, "Vulkanolog."
Ataupun "Dith, lo mau kuliah apa?" Gw dengan yakin menjawab "Teknik vulkanologi."
Selama SMA ini, gw terus berimpian menjadi vulkanolog sampai tanggal 18 Mei 2010.
Nggak lucu kan calon ahli vulkanologi REMED pelajaran vulkanisme?
Gw pun dengan penuh rasa malu bertanya pada diri sendiri, "Dith, lo merasa pantes jadi ahli vulkanologi? Apa lo yakin dengan cita-cita lo?"
Sekarang gw kehilangan arah. Gw luntang-luntung bingung mau berbuat apa. Impian gw sudah porak-poranda. Hidup gw seolah tidak memiliki tujuan. Parahnya, semangat gw pun pergi, entah kembali atau tidak..

Rabu, 19 Mei 2010
Mungkin perlakuan ini sudah sering gw terima selama 16 tahun gw hidup.
Gw tau, I don't wanna be a follower. So, I always try to be a trendsetter.
Gw punya cara sendiri untuk mengungkapkan perasaan sendiri.
Gw punya cara sendiri untuk mengekspresikan gaya melalui pakaian gw.
I have my own way for doing everything.
And also,
I HAVE MY OWN WAY FOR DOING SOMETHING THAT NEED AN UNIQUE IDEA.
Hmmpphh, gw mengakui kadang ide-ide gw itu gila, nggak masuk akal, aneh, tapi NGGAK JARANG JUGA IDE-IDE GW ITU BRILIAN.
PD? Ga dosa juga siihh hehehe
Sering gw menciptakan sesuatu berdasarkan ide gw yang brilian itu dan gw pun bangga karena sering menuai pujian. Ide gw, hasil pemikiran gw, hasil jerih payah gw, dan itu milik gw sebab unik, dengan kata lain hanya gw yang mampu berpikir sampai ke ide gw.

Sayangnya, ketika gw menunjukkan hasil ide kreativitas gw, ada yang meniru dan HASILNYA LEBIH BAGUS dari gw. Dan tanpa mempedulikan perasaan gw, dia mengaku bahwa itu idenya.
Di saat itu, nggak mungkin gw bilang itu ide gw, itu hasil keringat kreativitas pemikiran gw, karena hasilnya lebih bagus dari gw. Ada juga, gw yang disangka plagiat atau semacamnya.
Sakit hati? Amat sangat.!
Gw yang memikirkan ide dan gagasan itu dengan kreativitas yang ada pada gw, malah dibilang plagiat.
Gw sudah cukup sabar menghadapi kejadian seperti itu. Bahkan dari gw TK (pas gw masih dongdong dan nggak punya pikiran) sampai gw umur 16 tahun. Seriing banget.
Tanpa memandang gw yang sudah bersusah-payah, publik mencap punya gw adalah plagiat dan yang dia buat adalah hasil pemikiran sendiri.
Gw pengen teriak: GW YANG MENEMUKAN IDE ITU! TAPI KENAPA GW NGGAK DIANGGAP SEBAGAI PENEMU IDE ITU?!

16 tahun, ide-ide brilian gw dibajak oleh orang lain. Mau sampai kapan karya dan gagasan gw sendiri diakui orang lain? Kapan gw mendapat hak pengakuan atas ide brilian gw? Kenapa hanya karena perwujudan ide gw kurang berkenan di mata, lalu gw dicap BUKAN PENEMU IDE ITU?
Bahkan parahnya hasil asli pemikiran dan ide gw itu dibilang SAMPAH dibandingkan dengan hasil karya yang meniru karya gw.
Hasil pemikiran gw dibilang SAMPAH?! Kok pada seenaknya mencap dan menghakimi karya dan hasil pemikiran gw sendiri menjadi milik orang lain? Dan seenaknya mengatakan bahwa yang benar-benar murni karya gw itu SAMPAH?!
Gw nangis detik ini juga sambil ngetik ini.
*nangis*
Gw nggak mungkin hidup diinjak-injak kayak gitu terus kan?
Boleh juga dibilang kalau kejadian ini adalah tafsiran lain dari Filosofi Artis dan Manager.
(*klik aja:  http://judithjurang.blogspot.com/2010/03/hiks.html

Tapii yaahh maaf maaf aja, gw nggak bakal berhenti berkarya dan menciptakan sesuatu walaupun ujung-ujungnya bakal dibajak.
=)


Gbu always..

Salam, Judith.

Minggu, 16 Mei 2010

Filosofi Garam dan Gula

Gula dan garam.
Gula itu manis sedangkan garam itu asin.

Di dapur, gula dan garam pasti diletakkan berdampingan. Entah tanpa kita sadari, banyak dialog yang menyegarkan dan tidak kasat oleh telinga.

Sejujunya, mungkin garam memiliki rasa iri yang begitu dalam. Garam melihat gula selalu menarik semua lidah karena manis yang telah menjadi cap resmi untuk gula. Apakah mungkin garam yang berdiri di dapur pernah merasa dirinya lebih rendah dari pada gula?
 
Gula. Gula yang selalu kita tambahkan pada secangkir teh manis. Tapi apakah di hadapan lidah gula semenarik yang garam pikirkan?
Seolah-olah lidah di sini berarti hakim.
 
Andaikan saja percakapan antara gula dan garam ini terjadi,
Gula: "Aku ingin menjadi Garam."
Garam: "Kenapa? Aku tidak menarik lidah. Semua orang suka rasa manis pada dirimu. Sedangkan aku tidak ada apa-apanya dibanding kamu."
Gula: "Kau salah, Garam. Aku yang bukan apa-apa di sini."
Garam: "Tapi Gula, aku selalu bermimpi untuk dilahirkan menjadi dirimu. Kau manis, sedap di lidah. Kalau kau tidak percaya, lihat semua orang suka permen karena manis dari dirimu."
Gula: "Garam, kau punya kelebihan yang sangat istimewa. Orang akan berkata sayur takkan sedap bila tanpa garam. Saat kemah, orang akan berbondong membelimu dalam jumlah banyak untuk melindungi diri mereka dari ular. Ketika sakit gigi menyerang, kau langsung dicari bahkan sebagai pertolongan pertama. Yah, kau tahu berkumur dengan air garam."
Garam: "Namun kau selalu ada pada kue lezat. Semua anak kecil suka padamu. Semua orang suka rasa manis."
Gula: "Tapi aku tak bisa melindungi dan menyembuhkan manusia seperti dirimu. Bahkan kau dipilih sebagai pengawet alami untuk ikan."
Garam: "Aku bingung mau berkata apa. Tapi aku memendam rasa iri padamu, Gula..."

Gula dan Garam pun tak dapat melanjutkan perdebatan mereka lagi. Keduanya berusaha memikirkan makna dari diri mereka masing-masing.

Aku percaya kalian bisa mendalami arti filosofi ini..
:)
GBU always..

Salam hangat, Maria Paschalia Judith

Harapan yang Aneh

Dalam hitungan jam-menit-detik, bentar lagi gw merayakan ulang tahun gw yg ke 5 (*dusta!
Engga deh, yang ke 16.

Sweet sixteen.
Kalo bahasa indonesianya enam belas manis. Kenapa manis? Apa karena dibubuhi gula? Yaahh, mungkin orang sono punya kepercayaan tersendiri tentang sweet sixteen. Gw juga punya kepercayaan, yaitu gw TAMBAH TUA (*tidaaaakk!!

Secara biologis, gw bertambah umur. Semoga secara psikologis, gw juga bertumbuh.

Well, gw menghitung detik demi detik dengan jari tangan bahkan jari kaki. Nggak kerasa, gw bentar lagi ultah.
Sebenarnya gw memimpikan beberapa (baca: banyak) harapan yg bisa dibilang harapan yg bego pada hari burung gw (baca: My Birdday). Kata orang sunda STUPID WISHES ON MY BIRTHDAY
Hahahaha

Percaya atau nggak, diam-diam gw mengharapkan merayakan hari burung gw bersama seorang cowo. Bukan ama bapak gw, adek gw, alm. kakek gw, atau tukang ojeg.
Engg, secara frontal gw pengen ngerayain ultah gw bersama cowok gw.
Tapi kenyataan skarang gw sendiri, hmm brarti gw bakal merayakan ultah gw tanpa sosok seorang pacar di samping gw. Hehehehe, ngarep abis dah gw
=P

Harapan gw lainnya masih bejibun kok, kayak:
- ngerayain ultah bareng Michelle dan Mathilda
- ngerayain ultah di Eiffel
- ngerayain ultah di Puncak Gn. Jayawijaya
- ngerayain ultah bareng Chelsea FC
- ngerayain ultah bareng Skandar Keynes (*minta ditampol
- ngerayain ultah di restoran termahal di Indonesia (*minta dipecat jadi anak
- ngerayain ultah kayak Paris Hilton (*minta dibuang ama ortu
- ngerayain ultah sambil main odong-odong
- ngerayain ultah sambil naik naga terbang
(*udah makin ngaco wuakakakakakak

Eh, nggak berarti gw nggak bersyukur atas keadaan gw. Gw bersyukur pastinya bakal ngerayain ultah gw yg gw yakin bakal beda dari tahun sebelumnya. Lagian gw patut bersyukur karena Tuhan akan mempersiapkan sesuatu yg berbeda =)

Surely, I'm still waiting for my birthday.

Gbu always..

Salam, Judith.