Jumat, 30 November 2012

Pascal Adalah Nama Tengahku... Tapi..........

Gue agak miris kalo ngeliat KTP gue, bukan agak lagi, tepatnya sangat.
Ngerjain fluida aja cengo.
Gue semacam tidak mengerti lagi dengan alur kehidupan fisika gue..
Ga ngerti banget banget banget banget

Gue udah belajar 2 minggu full (kecuali Jumat - Sabtu - Minggu).
Ternyata tadi pas ngeliat soalnya cuma bisa berdoa berserah...
Hiks
Anyway, gue beneran mewek abis ngerjain fisika loh....

Kata bokap, itu karena gue takut sama fisika........
Iya ga sih?
Tapi gue rileks-rileks aja ngadepinnya

Jadi, apa yang salah di antara aku dan fisika.........? :/
Padahal pas SMP gue masih bisa nyentuh angka 100 untuk fisika (apalagi bab tekanan)
Padahal pas SMA gue sempet menjadi 1 dari 3 orang yang ga ikut remed massal fisika di satu kelas
Padahal Pascal adalah nama tengahku

Mungkin  maksud siapapun-yang-ngasih-nama-pascal melekatkan nama "Pascal" di  tengah nama gue adalah   ketika gue cengo ngeliat fluida dan kertasnya kosong melompong, Pascal datang dan mengerjakannya tengah malam di kala ruang penyimpan jawaban UTS gue sudah gelap dan sepi.
Mungkin....
(ya kali dith)

Intinya, ibarat dalam hubungan cinta-cintaan penuh panah asmara, gue tidak akan menyerah menjalin hubungan lebih mesra sama mata kuliah fisika. Gue akan membuktikan seberapa cinta dan butuhnya fisika untuk kehidupan gue
(ini serius walaupun lebay)

Judith dan Fisika :3
(pas kelas 11 dan ditanyain Mila, gue dibayar berapa buat foto ama nih buku)
(tapi gue tulus kok, ga dibayar :3)

Dan demi Teknik Geologi ITB, aku akan tetap berjuang. Berjuang bersama Allah Tritunggal Mahakudus dengan segenap kekuatanku.

Tapi untuk UTS II ini, gue hanya mengandalkan mukzizat Tuhan supaya tuntas huehehehehe :p
(Ampuni anak-Mu ini ya Tuhan...)

Pesan moral:
Jangan menyerah dengan fisika layaknya kamu ga nyerah buat ngedapetin hati si doi :p

Tuhan memberkati.

Salam dari orang yang bernama tengah Pascal,
Maria Paschalia Judith Justiari

Sabtu, 17 November 2012

Maaf dan Selamat Ulang Tahun, Sahabat..

Kepada pohon rindangku, sahabat terbaikku,
Michelle Andisari Rejeki Ginting

9 November 2012

Seharusnya pada rangkaian itu aku mengucapkan kalimat berintikan "Selamat ulang tahun sahabat terbaikku."
Sayang, bukan kalimat itu yang terucap
Bahkan sama sekali tak tertuliskan
Atau terketikkan hingga terpampang dan kau membacanya

Padahal ada teknologi bernama internet yang karenanya aku tak perlu bertengkar dengan jarak
Sayang, bukan karena aku tidak mampu menggunakannya
Bahkan aku punya akses kepadanya
Atau hanya membuka ponsel dan bertemu dengan pelbagai kemudahan yang ditawarkannya

Aku enggan berkata bahwa aku sibuk
Kenapa?
Karena sibuk adalah alasan terburuk yang pernah ada

Aku benci berkata tak ada waktu
Kenapa?
Karena semua makhluk di bumi ini memiliki jumlah waktu yang sama untuk sehari

Aku memang lupa...
Padahal di tulisan sebelumnya aku berkata "Dilupakan itu sakit"
Cih, ternyata aku semenjijikan itu.. Tidak ingin dilupakan, tapi dengan nistanya melupakan hari ulang tahun sahabat terbaikku

Tanggal 9 November kali ini memang berbeda, sahabat...
Aku tak bisa datang membawa kue dengan lilin menyala di atasnya ke hadapanmu
Jangan menelepon, mengirimimu sms pun aku tak bisa
Kamu di Jerman, aku di Bandung
Tapi memang seharusnya aku tak selancang ini, sama sekali tidak mengucapkannya..

Aku bodoh dan begitu salah kepadamu, sahabat..
Maafkan aku sahabat, maafkan kebodohanku ini..

9 November 2012
Selamat 19 tahun, sahabat terbaikku, Michelle Andisari Rejeki Ginting
Angka 19 harus menunjukkan kedewasaanmu, sahabat..
Semoga dengan angka 19 ini kamu dapat meraih semua cita-citamu yang kau inginkan
Aku tahu begitu besar impianmu dan tapakan kaki pertamamu di Jerman merupakan pertanda kau semakin dekat dengan impianmu
Kamu hanya perlu semangat dan niat yang tak terkalahkan yang hanya ada pada Allah Tritunggal Mahakudus..
Mintalah pada-Nya maka akan diberikan padamu
Itu kata-kata-Nya dalam alkitab.. Kamu harus yakin itu!

Aku berdoa semoga kau semakin dekat dengan keluargamu
Aku tahu kamu adalah "gadis keluarga", jauh dari keluargamu bukan berarti kau rapuh..
Kamu selalu dekat dengan mereka dan dukungan mereka selalu melekat pada hidupmu, sejauh apapun kamu dari rumah
Sahabatku, kamu kuat dan tegar!

Aku berdoa kau memiliki teman-teman sejati yang begitu hangat di sana..
Kau akan memiliki tempat berbagi cerita dan kesenduanmu berubah menjadi tawa riang

Aku berdoa agar kau memiliki iman yang semakin teguh dan dewasa dalam Allah Tritunggal Mahakudus
Tancapkan dalam imanmu, rencana Tuhan indah pada waktunya..
Tanamkan Yeremia 29: 11, sahabat..
Dan dengan menyuburkan ayat itu dalam dirimu, aku berdoa semoga kau semakin dikuatkan

Aku berdoa agar persahabatan kita semakin kuat dan tak terpisahkan
Aku tak ingin kehilangan orang yang peduli kepadaku dalam tiap keadaan
Aku tak ingin kehilangan orang yang saat aku bercerita, kau benar-benar merasakan diriku dan apa yang kualami, bukan membandingkan masalah yang dimiliki
Aku tak ingin kehilangan orang yang selalu menganggapku ada di bumi ini
Aku tak ingin kehilangan orang yang memotivasiku ketika aku jatuh
Aku tak ingin kehilangan orang yang menghargai aku sebagai sahabat
Aku tak ingin kehilangan orang yang menemaniku bersenang-senang
Aku tak ingin kehilangan orang yang mau melakukan hal-hal kurang kerjaan bersamaku
Aku tak ingin kehilangan pohon rindangku, ya, sahabatku...






Sekali lagi, maaf dan selamat ulang tahun, sahabat terbaikku, Michelle Andisari Rejeki Ginting..
Tuhan memberkati.

Salam hangat,
sahabatmu yang pelupa,
Maria Paschalia Judith Justiari