Minggu, 12 Mei 2019

Belajar Memasak (1)

Lupa, kapan persisnya.
Tetapi, yang jelas setelah beberapa kali aku memasak untuk kamu.

"Sekarang, masakan kamu adalah (salah satu) makanan favoritku," kata kamu.

Aku tersenyum, tersipu sambil menatap kamu. Dalam hati, aku merasa sesenang itu mendengarnya. Ternyata mendengar respon positif dari orang yang untuknya aku memasak, semenyenangkan itu. Jadi semangat masak lagi.
Terima kasih ya kamu :)
Kalau begitu, kamu mau aku memasak apa saja untuk kamu?

*****
Kalau pembaca penasaran, ini sejumlah masakan untuk yang-aku-sebut-kamu


Kue Kering Cokelat


Pudding Susu Cokelat


Nasi Liwet, Ayam Suwir, Sambal Bawang



*****

Terima kasih sudah membaca tulisan ini😁
Semoga Yang Mahakuasa dan semesta senantiasa mencurahkan berkah
Semangat selalu dan jangan lupa bersyukur💞


Salam dari yang senyam-senyum dan langsung semangat memasak,
M Paschalia Judith J

Senin, 06 Mei 2019

Senin, 29 April 2019

Waktu itu sudah malam, meski belum larut. Dan hujan.
Tapi kita berdua memutuskan bertemu di sekitaran Tebet, Jakarta. Kamu berangkat dari kawasan Setiabudi, aku dari Palmerah.

Ternyata suhu tubuh kamu panas, mungkin pertanda kamu sakit

"Bukannya tadi aku udah bilang, kalau kamu capek, nggak usah ketemu juga nggak apa-apa," kataku.
"Iya badan aku mungkin capek, tapi jiwa aku maunya ketemu kamu. Gimana dong?"
"....."

*****

Terima kasih telah membaca tulisan ini😁
Semoga selalu merasakan cinta Yang Mahakuasa dan semesta
Semangat selalu dan jangan lupa bersyukur💞


Salam dari yang senyam-senyum di Tebet,
M Paschalia Judith J

Makan Padang

Sabtu, 4 Mei 2019

Hai hai
Mau cerita soal obrolan pas makan Padang di Sabtu yang lalu. Bermula dari ngeliatin temen-temen jurnalis yang makan Padang pas Jumat sebelumnya. Alhasil, gue ngidam nasi Padang.
Pas Sabtu siang, gue hendak merealisasikan. Gue pun teringat adik gue punya tempat nongkrong nasi Padang favorit sejak jaman doi masih di bangku SMK. Dan ternyata dia paling demen ke Rumah Makan Padang Surya di Bendungan Hilir, Jakarta.
Ga cuma itu, gue langsung nyiapin nasi merah-hitam buat gue makan supaya ga merasa dosa-dosa amat kalau makan Padang-nya kebanyakan, ehe😜
Sip. Gue pun langsung cuss ke sana jam 13.00-an dan alhamdulillah ga sendiri :')

Ternyata, rumah makan Padang favorit adek gue ini modelnya menyajikan semua piring lauk dan sayur yang ditawarkan di atas meja makan pengunjung. Ntar kelar makan, ada mas-mas (atau mbak-mbak) yang nyamperin meja terus nyatet dan ngitungin kita makan apa aja.
[kan soalnya ada rumah makan Padang yang modelnya pengunjung nyamperin etalase lauk dan sayur yang ada di depan rumah makan terus langsung milih. Nanti mas-mas nya nyiram nasinya sama lauk dan sayur yang kita pilih duluan]

Lanjut. Semua piring dari pilihan lauk dan sayur yang tersedia pun sudah tertata di atas meja makan.
J: "Wah ini modelnya semua piring disuguhin yak. Harus hati-hati nih biar nggak laper mata."
U: "Iya, harus hati-hati."
...
U: "Untung semua yang disuguhin ini bukan masakan kamu."
J: "Hmmm, emang kenapa gitu?"
U: "Ya kalau masakan kamu sih fixed aku langsung sikat semuanya hehe"
J: 😶😶😶😶😶





Ya udah. Gitu aja. Ehe
Ohya, kalau makan di sini, per orangnya bisa sampai Rp 35.000 - Rp 50.000. Yaa jadi hati-hati aja sama dompetnya :)))
*********************************************

Terima kasih telah membaca tulisan ini😁
Semangat selalu dan jangan lupa bersyukur
Semoga senantiasa menikmati berkat dan berkah dari Yang Mahakuasa dan semesta

Salam dari yang senyam-senyum di rumah makan Padang,
M Paschalia Judith J