Selasa, 10 Juli 2012

Mereka ({})

Jika suatu aku saat siapa yang bisa kamu percaya ketika dunia tidak dapat dipercaya, aku akan menjawab bahwa aku tetap mempercayai Allah Tritunggal Mahakudus, alkitab, orang tuaku, sahabat-sahabatku, dan diriku sendiri.
Karena itu, aku ingin sekali membahagiakan mereka.

Allah Tritunggal Mahakudus. Aku ingin membahagiakan-Nya.
Dia begitu baik dan kasih-Nya tak pernah berhenti melimpah untuk diriku yang tidak tahu diri ini dan begitu berdosa. Selayaknya aku berusaha untuk membalas cinta kasih-Nya yang tak terhingga.

Orang tua. Aku ingin membahagiakan orang tuaku.
Bapak dan ibuku menikah tanggal 16 Juni 1993 dan selama perjuangan mereka membawa bahtera keluarga yang mereka pertanggungjawabkan kepada Tuhan, aku ingin membahagiakan mereka. Aku ingin membanggakan mereka dan berhenti menyusahkan bahkan berhenti mengecewakan mereka.

Ibuku dan Bapakku


Semoga dengan diterimanya aku di FITB ITB dapat menjadi langkah awal untuk membahagiakan Allah Tritunggal Mahakudus, orang tuaku, dan sahabat-sahabatku. Amin.!
:)

Tuhan memberkati.
Salam hangat,
Maria Paschalia Judith Justiari

Selasa, 03 Juli 2012

Akhirnya ke-99

Terkadang berubah itu diperlukan...
Kata orang aku ini nggak tegaan
Sekarang aku belajar menjadi orang yg tega
contoh: ngapain ngasih surprise ultah ke orang yg ga ngasih lo surprise pas ultah lo? Dan ngapain ngasih selamat ultah ke orang yg sama sekali ga ngasih lo ucapan selamat ultah pas ultah lo?
Dan perubahan ini membuatku terombang-ambing
Kata dunia, buat apa memikirkan orang yang tak pernah memikirkan kamu?
Kata Tuhan, cintailah sesamamu bahkan musuhmu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
Tapi satu hal yang aku sadari, Tuhan juga bilang, "Hidup secara Roh dan daging memang berbeda."
Iya itu benar. Benar sekali.
Tuhan Yesus-ku memang luar biasa.
Karena-Nya aku tidak jadi berubah
=D

Ngobrol-ngobrol soal kehidupan keagamaan...........................
Sate gue banyak banget jatuh bangun, tapi gue selalu bangkit kok :D
Oke. Gue akan menceritakan nama "Paschalia" yang berada di nama lengkap gue.
Nama "Paschalia" ini dikasih sama kakek-nenek gue dari pihak bapak.
Ternyata nama ini ga main-main bray

Nama "Paschalia" disematkan pada diri gue berdasarkan nama Santo Paskalis Baylon dan Blaise Pascal.
Kebetulan di luar sana, Santo Paskalis dirayakan setiap tanggal 17 Mei. Sedangkan Blaise Pascal mah semua pelajar kenal ama dia, penemu hukum tekanan dan binominal Pascal.

Lalu baru di umur 18 ini gue menghayati nama "Paschalia"..............
Iye iye kehidupan gue emang isinya ngeblingsat di Twitter, ngeblingsat di rumah, dan ngeblingsat di kawasan Jabodetabek. Nggak cocok banget sama nama "Paschalia" yg terkesan kalem pangkat tak hingga. Tapi bukan kalemnya sih yg pengen ditonjolin.

Nah pas gua menelusuri kehidupan Santo Paskalis Baylon, gue merinding bray!
Dia orang Spanyol (tapi untuk bola gua tetep dukung Itali meski kalah 4-0 sama Spanyol B) ) dan seorang biarawan teladan. Hidupnya disiplin dan menghayati artinya kemiskinan. Hidupnya benar-benar buat Tuhan. Tidur cuma 3 jam, sisanya meditasi dan berdoa. Mandi makan? Jangan tanya gua, gua ga punya mesin waktu buat menelusuri lebih lanjut -,-v
Oh iya, gue punya satu kesamaan ama dia. Di kamarnya (cuma) terdapat salib dan patung Bunda Maria. Gue juga loohh :'''''')
Tapi ga pake cuma hehehehehe *plak
Keistimewaan lain dari Santo Paskalis Baylon adalah kematian dan kelahirannya pas dengan hari Pentakosta. Pantas saja hidupnya didasari kehidupan Roh.


Paskalis Baylon


Kisah tentang Blaise Pascal nggak kalah menarik bray!
Kalau soal kehidupan ilmu pengetahuan Blaise Pascal mah menjamur di buku Fisika nye Marthen Kanginan ama buku matematika
*kalo nanya kenapa gue tau, ya karena 6 tahun gue belajar di sekolah menengah gue dijejelin buku Fisika nya Marthen Kanginan, kecuali kelas 8*
Tapi kalau soal kehidupan Katholik-nya Blaise Pascal, kagak ada di buku Fisika manapun broh!
Gue juga taunya dari khotbah seorang Romo.
Romo itu bilang, "Seorang Blaise Pascal pernah berkata begini, 'Aku dipertemukan Tuhan dengan ilmu pengetahuan, alam, dan angka. Aku juga menemukan kemuliaan Tuhan dalam ilmu pengetahuan, alam, dan angka. Sungguh tanpa Tuhan, aku bukan apa-apa.'"
Widiiiihhh, mantep ye? Sejak tau kutipan di atas, gue berprinsip untuk menemukan kemuliaan Tuhan dalam belajar bro!

Blaise Pascal

Yak, dan sekarang gue masih mengejar cita-cita gue. Semoga pertolongan dari Santo Paskalis Baylon dicurahkan dalam diriku untuk berhasil meraih apa yang aku inginkan. Amin.!

Tuhan memberkati.

Salam,
Maria Paschalia Judith Justiari