Senin, 15 April 2013

Sebut Saja Judith Sedang Pura-pura Galau

Halooo siapapun yang membaca ini!
Satu hal sebelum lo baca posting ini. Gue anti banget ama yang namanya galau, tapi gue lebih memilih menyebutnya distorsi. Jadi gue sedang distorsi nih.
Awalnya gue biasa aja terus menjelajah dunia internet buat nyari bahan untuk artikel Paskah. Sayang, ujung-ujungnya gue malah baca-baca posting yang gimana gitu


Posting yang berisi suatu tulisan.. Tulisan yang belum pernah muncul lagi di blog yang sedang kalian baca.
Tulisan yang belum bisa aku tulis untuk saat ini.Tulisan yang sangat ingin kutulis untuk mengungkapkan rasa sayang sekaligus bahagia.
Iya, tulisan tentang kebersamaan dengan seorang laki-laki yang menjadi sandaran hati.

Ada yang pacarannya jarak dekat. Ada yang pacarannya awet banget banget banget. Ada yang pacarannya nggak kalah sama jarak. Ada yang pacarannya penuh dengan surprise yang super sweet.

Pertama, agak iri. Otak penuh dengan pertanyaan  "Kapan gue bisa kayak gitu?" atau "Kapan gue bisa nulis kayak gitu di blog gue?" atau yang lebih menohok, "Kapan ada yang nulis kayak gitu tentang gue dan dia di blognya?".

Terus beberapa detik kemudian, gue mikir, "Dith, sayang banget otak lo kalo cuma mikirin pertanyaan-pertanyaan ga jelas gitu. Mending lo pake otak lo buat mikirin UTS, Hari Bumi, Paskah, SKB, KPA, dsb dkk"

Lalu dengan mudahnya gue tidak memikirkan pertanyaan-pertanyaan tadi. Woles gimana gitu.
Kemudian gue merasa, "Gilaaaa pikiran gue banyak banget.. Udah gitu berat kalo dipikirin sendiri"
Dan ujung-ujungnya gue kembali ke pertanyaan yang menjadi inti dari pertanyaan-pertanyaan di atas.
"Kapan gue punya sandaran hati?"

Sekian.
Tuhan memberkati

Salam dari yang katanya pura-pura galau,
Maria Paschalia Judith Justiari

Senin, 08 April 2013

Entah, Mungkin Masih Distorsi

Sedih.
Selalu salah arah.
Dan ini kesekian kalinya salah arah.
Apa ini waktunya otak perlu menekan hati?
Ketika pada awalnya hati dan otak telah berjabat tangan tanda sepakat, tekad untuk menata hidup sudah 100% siap.
Kini hati meminta lain. Bukan lagi apa yang disepakati di awal.
Khayalan itu benarlah hanya khayalan. Otak bilang begitu. Makanya hati tak suka. Hati ngambek sama otak. Hingga kesepakatan pun terbengkalai. Ada sisi tak nyaman dan sakit di hati sedangkan otak terus memaksa hati untuk realistis, untuk tetap menjalankan kesepakatan.
Masalahnya, apa bisa si hati diajak realistis, meninggalkan khayalannya yang ternyata menyakitkan, dan tetap menjalani kesepakatan secara rasional?

Tuhan memberkati.

Salam dari yang otak dan hatinya lagi berantem,
Maria Paschalia Judith Justiari

Rabu, 03 April 2013

Untuk Maria Paschalia Judith Justiari

Dith, sedrop-dropnya elo, sestress-stressnya elo, selemah apapun elo, gue yakin ada satu titik di diri lo buat bangkit.
Gue tau, ga segampang itu lo nyerah. Ga semudah itu lo melambaikan bendera putih. Ini cuma satu ujian dari serangkaian ujian yang sedang lo lalui.
Okelah, kalo lo lelah dihujam ujian-ujian itu. Okelah, kalo lo butuh sesorang - tempat - waktu - kesempatan untuk melepas semua kepenatan yang lo alami. Oke, gue memaklumi. Tapi jangan sampai lo kehilangan diri lo, Dith. Kehilangan semangat lo. Jangan sampai.
Dith, masih ada sedikit dari diri lo yang masih mau berjuang. Perjuangkan, Dith! Perjuangkan sampai yang sedikit itu menjadi seratus persen. Seratus persen diri lo.
Dith, ini impian lo. Impian yang lo perjuangin sejak lama, sejak lo kelas 8. Impian yang dengan tulus dan mantap lo tetapkan untuk lo raih.
Dan satu hal lagi yang gue tahu.
LO GA AKAN PERNAH MAIN-MAIN DENGAN IMPIAN LO INI.
Lo selalu membayangkan diri lo sebagai seorang ahli vulkanologi dan seismologi profesional. Menikmati hidup lo di pegunungan, menganalisis kapan suatu gunung akan meletus, menganalisis gempa yang terjadi, dan sebagainya sebagainya sebagainya. Intinya sih hidup menyenangkan yang pengen lo lakoni, Dith.
Karena itu lo ga pernah main-main dengan ini. Lo serius, nggak ada bercandanya untuk hal ini. Lo memikirkan ini dan bersedia memberi diri lo untuk impian lo itu.
Bangkit, Dith! Jangan terlalu lama berdiam di situ. Berubah, Dith, kalo itu adalah salah satu partisi yang harus lo tempuh dalam perjuangan lo. Lo bisa Dith, lo pasti bisa!
Lo punya semangat dan lo punya kemauan untuk berjuang. Inget lagi motivasi lo, Dith.

Judith pasti bisa berhasil menjadi mahasiswi Teknik Geologi ITB angkatan 2012.. Amin.!

Semangat, Dith!
Tuhan, semesta, dan lingkungan di sekitar lo akan mendukung lo.. Amin.!
:'''''''''D



Tuhan memberkati.

Salam dari makhluk yang berdiri di hadapan lo ketika lo berkaca,
Maria Paschalia Judith Justiari