Sabtu, 18 Maret 2017

Melihat, Melirik

12 Maret 2017

Di hari Minggu ini aku menghabiskan waktu makan siangku bersama Ibundo. Makan siang kali ini kami nikmati di pujasera suatu pusat perbelanjaan yang terletak di salah satu perempatan kota Bandung.
Aku sendiri memiliki niat untuk membiasakan diri tidak bermain ponsel ketika sedang ada orang di hadapanku yang bisa diajak berkomunikasi. Iya, aku ingin menghargai keberadaannya. Apalagi orang yang saat itu bersamaku adalah ibuku sendiri. Yah, walaupun sesekali aku dan Ibundo melihat ponsel masing-masing karena kami berdua sedang mengontak sana-sini untuk memesan penginapan.
Di atas meja makan kami mengusahakan hanya ada peralatan makan, makanan, dan obrolan hangat yang diselingi canda tawa. Beberapa menit setelah kami puas menghabiskan makanan yang tersaji, Bundo dan aku meninggalkan meja makan.
Memang dasarnya aku hobi memperhatikan sekitar ketika berjalan, pandanganku terhenti pada meja sebelahku. Meja itu ditempati empat orang, sepasang laki-laki dan perempuan serta dua anak kecil yang mungkin umurnya kurang dari 12 tahun. Keempat orang itu duduk bersama dan keempat-empatnya tengah memperhatikan ponsel masing-masing.
Lalu pandanganku beredar kembali. Kali ini tersasar pada meja yang berada dekat elevator. Ada tiga orang duduk di sana. Ketiganya perempuan, dua dewasa dan satu lagi mungkin di bawah empat tahun. Dua wanita dewasa itu sedang berbincang sambil sesekali cekikian dan perempuan mungil satu lagi sedang asyik bermain ponsel tablet.

Menyadari terlalu lama aku memperhatikan sekitar, segera aku menyusul langkah ibuku yang sudah turun dari lantai pujasera.


*****


Terima kasih telah membaca tulisan ini.
Semangat selalu dan jangan lupa bersyukur yaaa ^v^
Semoga Yang Mahakuasa selalu memberkati :)


Salam dari yang suka melihat-lihat dan melirik-lirik,
Maria Paschalia Judith Justiari

Jumat, 17 Maret 2017

Resonated

Lately this adorable song resonated in my mind



A look in somebody's eyes
To light up the skies
To open the world and send it reeling
A voice that says, I'll be here
And you'll be alright


At the first time, this part catch my ears by its rhythm.
I don't really like the whole song, but this part like did something different to me.


And who knows right now I'm staring at the lyrics for a long time..............................



*****

Anyway, on last wednesday, I made a cover video... Please pardon my so-so voice.



Say hi to this gorgeous pianist, Joshua :3 He's single by the way :p


*****

Sorry for the random post.
Cheers! Be grateful always and Godspeed :3

Best Regards,
The one who stares at those lyrics for a long time,
Maria Paschalia Judith Justiari

Lagi


Lagi-lagi tembok tinggi dibangun
Sekarang lebih tebal
Lebih kokoh juga, semoga
Ada pintu kecil yang cukup untuk keluar masuk satu orang
Harus, harus belajar dari pengalaman
Sudah lebih dari satu kali tembok yang dibangun hancur
Melukai yang berlindung di dalamnya
Padahal awalnya tembok itu dibangun untuk menghindarkannya dari suatu luka

Dia yang membangun
Dia juga yang dilindungi
Dia Pengembara yang tetap mengembara
Namun dalam kembaranya, dia tetap ingin melindungi dirinya sendiri
Yah, semoga tembok kali ini bisa melindunginya dari luka yang dia kutuk

*****


Mmmmm sudah lama tak menulis tentang Pengembara
Tulisan kali ini sesungguhnya mungkin bukan tulisan terbaik
Kaku diksi kalau kataku
Tapi tak apa, aku senang :)
Ohya, terima kasih juga sudah membaca tulisan ini


Semangat selalu dan jangan lupa bersyukur :3
Semoga cinta Yang Mahakuasa selalu menyertai

Salam dari yang lagi-lagi membangun tembok untuk melindungi dirinya sendiri,
Maria Paschalia Judith Justiari